Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2017

Kompiang: Sejarah Dunia Dalam Makanan Lokal

"Kompiang longa! Kompiang longa!"
"Nana, kompiang.. Mai e..."
_________________________________________

Mungkin cuplikan percakapan di atas sudah tidak asing lagi dalam ingatan kita, orang Manggarai, Flores. Yah, percakapan singkat pada pengantar tadi merupakan salah satu contoh aktivitas pagi (dulu) di daerah Manggarai, di kota Ruteng khususnya.

Biasanya, saat matahari mulai terbit kira-kira jam 6 pagi, sang penjaja kue 'kompiang' akan berkeliling dari gang ke gang rumah warga untuk menjual kue jualannya dengan teriakan khas: "Kompiang longa.. kompiang longa..".

Kompiang Dan Kopi Flores
Foto: @baiqandrea  

Di awal pekan di tahun yang baru 2017, ase molas akan membahas secara khusus tentang Kompiang. Jajanan sekaligus oleh-oleh khas dari Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Apa Itu Kompiang?
Kompiang atau Kompia adalah sejenis makanan (kue) yang terbuat dari tepung terigu, air hangat, vermipan, ragi, minyak goreng, gula, garam, dan longa (wijen) yang berbentuk bulat. 

Dulu, awal-awal mulai kompiang ada di Manggarai, kue ini dibuat dalam bentuk polos; ada yang bagian atasnya ditabur wijen (longa), ada juga yang tidak pakai longa, dan tanpa isi didalamnya. Kami menyebutnya "kompiang longa".

Namun, seiring perkembangan zaman, ada beberapa orang yang bisa dan biasa membuat kompiang memberi kombinasi baru pada kompiang dengan memberi isi dalam kompiang. Biasanya mereka akan memasukkan daging yang telah dimasak dengan bumbu-bumbu di dalam kompiang sehingga terasa lebih gurih dan enak. Orang Manggarai biasa menyebutnya "kompiang daging".


Sejarah Kompiang
Konon, kompiang atau kompyang awal mulanya berasal dari negara China. Dimana kompiang merupakan makanan khas negeri China yang dulunya dibuat untuk dijadikan bekal bagi para pejuang China saat berperang melawan Jepang. 

Makanan khas ini sengaja dibuat untuk para pejuang China dengan meniru bahan makanan yang dijadikan perbekalan orang Jepang saat perang. Untuk makanan ini, orang-orang di negara China memberi nama: "Guang Bing" atau "Guang Biang" yang diambil dari nama sang pencipta dan penemu resep khas dari makanan ini: "Qi Jiguang". Qi Jiguang merupakan pahlawan pejuang pada zaman Dinasti Ming tahun 1563.  

Kompyang Dan Secangkir Kopi Sore
Foto: @june.kz  

Makanan "Guang Bing" atau "Guang Biang", di Indonesia umumnya dan Manggarai khususnya lebih dikenal dengan nama "Kompiang" atau "Kompyang".  

Berdasarkan informasi yang didapat dari Budaya Tionghoa, kompiang ini aslinya adalah sejenis roti yang jika dimakan sangat susah karena keras dan polos tanpa isi apa-apa didalamnya. Hal ini sengaja dibuat agar makanan yang dulunya dijadikan bekal oleh para pejuang China ini tahan lama dan tidak basi meski disimpan dalam jangka waktu yang lama. 

Selain itu, kue jenis ini berbentuk bulat dengan lubang ditengahnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para pejuang China saat membawanya dalam perang.

Jejak cerita kompiang di Manggarai, tidak terlepas dari nama para perantau keturunan China di Manggarai. Salah satu nama yang cukup dikenal adalah 'Baba Acu'
Ditangannya kompiang diolah menjadi makanan yang sedikit berbeda, namun tidak menghilangkan rasa dan resep utamanya. 

Dimana tepung terigu yang dijadikan bahan dasar. Model atau bentuk kompiang hanya bulat saja tanpa lubang ditengah kompiang. Sehingga rasa kompiang jika dimakan tidak lagi butuh perjuangan karena keras, melain lebih lembut, gurih, dan enak. Apalagi jika dipadukan dengan minuman kopi sebagai teman aktivitas. Rasanya lengkap sudah.


Resep Kompiang 
Di Manggarai, tidak semua orang bisa dan biasa membuat kompiang atau kompyang. Jika ditanya mungkin alasannya terkesan singkat dan sederhana; 'tidak tahu cara buatnya e..'. Atau: 'Susah e.. Lebih baik beli saja, gampang dan cepat!'.

Kompiang Flores Teman Kopi Sore Ini
Foto: @sa_three_a  

Bagaimana cara membuat kompiang atau kompyang? Berikut cara sederhana membuat kompiang.

Bahan dasar: 
  1. Tepung terigu 250 gram
  2. Air hangat kira-kira 175 gram 
  3. Ragi instan 4 gram 
  4. Mentega
  5. Air khi/lye 1/4 sendok
  6. Garam diukur sesuai selera
  7. Gula secukupnya

Bahan untuk dioleskan:
Telur 1 butir (ambil kuningnya saja)
Wijen putih secukupnya

Cara membuat:
  • Campurkan semua bahan dasar: tepung terigu, ragi instan, dan air hangat. Aduk semua bahan sampai rata dan tercampur.
  • Masukkan garam, gula, dan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar semua bahan tercampur rata. 
  • Adonan yang sudah tercampur tadi kemudian ditututp dengan plastik; diamkan kira-kira 30 menit atau lebih biar adonan bisa mengembang.
  • Setelah adonan mengembang, takar adonan sesuai selera dibuat bentuk bulat dan ditata di loyang yang telah dioles minyak goreng atau mentega (biar tidak lengket adonannya). 
  • Adonan yang sudah dibentuk dan diletakkan di loyang tadi pada bagian atas untuk kulitnya diberi olesan kuning telur dan susu cair kemudian ditaburi wijen putih.
  • Panggang adonan tadi dalam oven pemanggang dengan suhu 170'C selama kurang lebih 30 menit hingga matang dan berwarna coklat.
  • Setelah matang, angkat dan dinginkan.
  • Selamat menikmati 

   
Di Indonesia, selain di Manggarai, Flores, ada beberapa daerah juga yang mengenal dan memiliki kompiang. Misalnya: Surabaya, Solo, dan Malang.
 
Namun di sini, secara khusus dibahas tentang Kompiang yang biasa dikenal di daratan Manggarai saja. Jika ada yang memiliki informasi tambahan terkait kompiang atau kompyang, silakan tulis pada kolom komentar. 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ;)

Kompiang Dan Kopi Manggarai Di Kala Senja
Foto: @baiqandrea  



Minggu, 23 Oktober 2016

Lagu Dere Serani

Setelah merantau, nyanyian lagu-lagu rohani 'Dere Serani' tak pernah terdengar lagi. Kecuali kalau lagi iseng dan rindu rumah dengan nada sumbang ku dendang sendiri di kamar. Tak ada yang peduli karena orang-orang seisi kosan tak paham artinya. Yah, lagu-lagu Manggarai selalu membuatku rindu rumah. Rindu pulang Manggarai.

Salah Satu Gereja Katolik Di Manggarai, Flores

Sebelumnya, asemolas.com pernah berkisah tentang "Dere Serani Manggarai". Pembahasan saat ini merupakan kelanjutan atau sebut saja part 2.. hehe biar terkesan lebih keren dikit. Oya. biar rinduku menjadi rindumu juga, mari bersama asemolas hari ini kembali berkisah tentang 'Lagu Dere Serani'. 

Awal Penciptaan Lagu Dere Serani
Pada artikel beberapa pekan lalu, sudah dibahas secara detail tentang awal dan sejarah Dere Serani. (Baca: Dere Serani Manggarai). Bagaimana dan seperti apa nyanyian rohani (dere serani) dalam bahasa Manggarai, Flores tersebut diciptakan. 

Sudah pasti, dere serani hanya ada di daerah Manggarai, Flores. Karena lirik dan penulis lagu-lagunya merupakan orang asli Manggarai dan atau para misionaris yang pada zaman dulu pernah mengabdi dan berkarya lama di daratan Manggarai, Flores. Dan catatannya para misionaris ini paham, bisa, dan mengerti bahasa Manggarai. 

Sebut saja Pater Frans Dorn, SVD yang menciptakan lagu "Mai Momang Maria" artinya Mengasihi Maria. Lagu "Mai Momang Maria" (Mengasihi Maria) merupakan lagu pertama dari kumpulan lagu dere serani. Lagu ini dibuat pada tanggal 13 Mei 1922.

Lagu perdana ini juga dapat dijadikan tolak ukur untuk melihat bagaimana respon umat (sebutan untuk orang Katolik) terhadap gubahan lagu rohani ke dalam bahasa daerah Manggarai. Dan alhasil, melalui latihan yang rutin, lagu terjemahan 'Mai Momang Maria' ini diterima dan dinyanyikan pada saat perayaan hari Minggu di Gereja. 

Jika ditelusuri, lagu-lagu rohani atau dere serani (dalam bahasa Manggarai, Flores) merupakan jenis nyanyian yang bermula dari ritual adat penduduk asli Manggarai. Baik itu dalam bentuk sanda, mbata, maupun danding. Sehingga tidaklah heran apabila mudah diterima dan dikuasai oleh masyarakat setempat.

Pengarang Dere Serani 
Pencipta lagu atau dere serani ada beberapa orang yang pernah dan masih hidup di daerah-daerah Manggarai. Mungkin wajah, karakter para komponis ini tidak pernah kita temui. Namun, nama dan terutama lagu-lagu hasil karya mereka akan selalu kita (orang Manggarai) ingat dan bahkan lirik-liriknya membekas dalam ingatan. 

Para pengarang lagu rohani Manggarai (dere serani) diantaranya:
  • Philipus Manti
Lagu-lagu hasil karyanya:
  1. Doingkoe Ga (Sadarilah) merupakan lagu permohonan yang memiliki makna untuk menyadarkan orang untuk tetap waspada dan berjaga-jaga.
  2. Moriga Kristus (Tuhanku Kristus); mengisahkan seorang tokoh yang berkorban di medan perang.
  3. Gelangkoe (Bersegeralah). Lagu ini selalu dinyanyikan pada masa Adventus (masa penantian) sebagai bentuk permohonan agar Sang Penebus segera datang.
  4. Naka Ga (Bersoraklah atau bersukacitalah). Biasa dinyanyika saat Hari Natal. Lagu ini menggambarkan luapan kegembiraan dan sukacita atas kedatangan Tuhan Yesus.
  5. Somba Ite Mori (Ampun Ya Tuhanku). Bermakna permohonan ampun pada Tuhan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan manusia. 
  6. O Morigo (Ya Tuhanku). Lirik lagu ini diambil dari ratapan kematian dan biasa dinyanyikan pada masa Prapaskah, tepatnya hari Jumat Agung. 
  7. Morigo (Ya Tuhanku). Bentuk ungkapan rasa hormat kepada Sakramen Mahakudus.
  8. Tabe Natal (Salam Natal). Dimana umat (orang Katolik) menyampaikan salam Natal pada kanak-kanak Yesus yang telah lahir. 
  9. E Landing Salam-o (Lantaran Kesalahanmu). 
  10. Yo Naring (Ya Terpujilah). Lagu pujian untuk menghormati Sakramen Mahakudus.
  11. Calang'k Aku ga (Saya Sudah Bersalah). Sebuah ungkapan pengakuan atas dosa dan ketakberdayaan sebagai manusia di hadapan Tuhan.


Para Penari Caci Manggarai, Flores

  • Alo Loes
Hasil karyanya:
  1. Yo Mori go Ame Dedek artinya Ya Tuhan Bapa Penciptaku. Berisi permohonan belas kasihan.
  2. Sangged Ite Ho'o (Kita Semuanya). Ajakan pada semua orang untuk menyembah Allah Bapa Sang Pencipta agar selalu menuntun dan melimpahi kita dengan belas kasih dan rahmat.

  • Av. Bambang
Lagu ciptaannya beliau berjudul:
  1. Suju Taung Ga yang bermakna ajakan untuk semua umat katolik menyembah dan menghormati Yesus Sang Penyelamat.
  2. Yo Ende Nggeluk Yo Lami Ta (Ya Bunda Yang Suci, Lindungilah). Suatu permintaan kepada Bunda Maria untuk selalu menjaga dan melindungi umat manusia.

  • N. Djakung
'O Ende Maria Nggeluk' artinya Ya Bunda Maria Yang Suci. Bermakna permohonan kepada Bunda Maria. 

  • C. Nonte
Dengan karyanya 'Yo Mori Somba' (Ya Allah Sayangilah). Mengungkapan tentang keallahan Kristus di salib yang rela wafat karena dosa manusia.

  • Rik. Romas
Lagu karangannya adalah:
  1. Yo Mori Baengkoe (Ya Tuhan Sayangilah). Lagu permohonan ampun pada Allah.
  2. Mai Go Sa Nai; ajakan untuk bersatu hati menyongsong Sang Raja Agung.
  3. Mai Taung O Mai Taung; Mari Semua, Mari Menyembah Tuhan.
  4. Sangged Ite Mai Taung artinya Mari Kita Semua Datang Menyembah Allah.
  5. Calang Kaku Ende maksudnya Bunda Aku Telah Jatuh Ke Dalam Dosa, Tolonglah Aku Bunda.

  • Titus Anggal
Karya ciptaannya adalah:
  1. Yo Morigo, Yo Somba (Ya Tuhanku, Ya Sayangilah). 
  2. Yo Yosep Nggeluk (Ya Yosep Yang Kudus). Berisi permintaan agar Santu Yosef bagi Gereja yang kudus.
  3. Moriga Yo (Tuhanku Ya Tuhanku) bermakna permohonan ampun pada Tuhan.
  4. Litani Maria Nggeluk (Litani Suci Maria). 

  • T. Tembok
  1. Weong Wela Bombang merupakan sebuah lagu yang mengisahkan tentang kisah sengsara Yesus Kristus.
  2. E Nai Nggeluk Wa'u (Roh Kudus Turunlah ke atas umat-Mu).

  • J. Gawus
  1. Suju Mori (Sembahlah Tuhan); untuk memuliakan Allah Tritunggal Mahakudus.
  2. O Ende Campe Koe artinya Ya Bunda Tolonglah.

Kota Ruteng, Manggarai, Flores

  • Paul J. Turut
Dengan lagu-lagu hasil gubahannya:
  1. Naring Hiang : Pujian Dan Hormat.
  2. Mori Baeng Koe Ami : Tuhan Sayangilah Kami.
  3. Naring Ite Yo Mori : Terpujilah Engkau Ya Tuhan.
  4. Wa'u Israel : Bangsa Israel Kembali Ke Mesir.
  5. Nggeluk Mori : Kuduslah Tuhan.
  6. Yo Jimbal Anak : Ya Anak Domba Allah.
  7. Yo Mori Go : Ya Tuhanku.


  • Agustinus Amat
  1. Mori Baengkoe Ami : Tuhan Kasihanilah Kami.
  2. Naring Lami : Kami Puji Nama-Mu Tuhan.
  3. Nggeluk Mori go : Kuduslah Tuhanku.
  4. Yo Ema Dami : Ya Bapa Kami.

  • Frans Ama
  1. O Mori go : Ya Tuhanku, demi Hati-Mu yang Mahakudus, kasihanilah kami.
  2. Mori ge : Tuhanku Pencipta surga dan dunia.
  3. Tiba Mori Condo : Terimalah Tuhan Persembahan Roti dan Anggur ini.
  4. Cebo ga artinya orang-orang yang menerima dan menyantap Tubuh dan Darah Kristus akan hidup aman, sehat, dan subur (cebo).
  • Zack Djewaru
  1. Mori Yesus Poli Loas : Tuhan Yesus sudah lahir.
  2. Mai go, Mai Keta Taung : marilah semua. Bentuk ajakan untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.

Demikian beberapa nama komponis (pencipta lagu) dere serani. Mudah-mudahan informasi dan tulisan ini dapat berguna untuk menambah wawasan tentang Manggarai, Flores.

Jika ada saran, kritik, atau tambahan informasi terkait artikel ini, silakan tulis di kotak komentar. Selamat merindukan tanah kelahiran, Manggarai. 



Sumber: "Uskup Wilhelmus van Bekkum & Dere Serani" karya Bonefasius Jehandut


Katedral Baru, Ruteng, Manggarai, Flores


Minggu, 16 Oktober 2016

Cerita Seorang Pengidap Kanker langka

Sahabat pembaca asemolas, kali ini asemolas.com hadir dengan cerita yang agak berbeda. Pada artikel berikut akan dibahas cerita seorang sahabat yang pernah mengidap 'Kanker Langka'. Jangan sampai kamu melewatkan kisah berharga ini.

Lambang Kepedulian Untuk Penderita Kanker

AKU DAN KANKER
Kanker. Sebuah kata yang sa­ngat menyeramkan. Tak pernah terpikirkan kalau penyakit ini akan mengidap di tubuh saya. Selama ini saya menerapkan hidup sehat. Tidak minum alkohol, tidak merokok, ataupun pergi ke klub malam. 

Saya juga rajin olahraga. Kalau pun ada yang tidak benar pada diri saya, itu adalah kecintaan saya pada pekerjaan. Teman-teman sampai menyematkan gelar 'gila kerja'  untuk saya. Akibat gila kerja itu, saya juga mempunyai kebiasaan buruk, yakni insomnia. Hampir setiap malam saya kesulitan tidur.

BENJOLAN DALAM PERUT
Suatu hari, pada bulan Juni 2009, se­pulang dari fitness badan saya terasa lemas dan tak bertenaga. Rasanya ingin pingsan saking letihnya. Saya bertanya-tanya, ada apa ini? Biasanya sepulang berolahraga badan memang agak sedikit lelah, tapi tidak sampai selemas ini. 

Curiga dengan kondisi ini, saya pun memeriksakan diri ke dokter, Siapa tahu badan lemas ini berhubung­an dengan rasa kelelahan berlebih yang sudah saya rasakan beberapa minggu ke belakang ini. Saya merasa ada yang tidak benar dengan tubuh ini. 

Suatu hari, secara tidak sengaja saya meraba perut dan merasa seperti ada benjolan di dinding kanan perut. Setelah diperiksa oleh dokter umum, saya dinyatakan baik-baik saja dan hanya kelelahan karena banyaknya aktivitas. Saya pun disaran­kan untuk banyak istirahat. Saya berpikir, benjolan ini ada hubungannya dengan operasi usus buntu yang pernah saya lakukan pada tahun 2006. 

Penasaran, saya pun menanyakan kepada adik, yang juga pernah operasi usus buntu. Ternyata dia tidak merasakan benjolan yang sama. Saya menyimpulkan berarti ini bukan karena bekas operasi yang pernah saya jalani. Tetapi karena ada sesuatu yang lain di dalam perut saya.

Saya pun memeriksakan diri saya kepada dokter yang pernah menangani saya pada saat operasi usus buntu. Saya menceritakan gejala-gejala yang saya alami belakangan ini. Dokter pun menyarankan saya untuk melakukan USG (ultrasonography).

Dari hasil USG  terlihat ada abses (selaput organ yang menyebabkan munculnya lubang tempat nanah berkumpul). Untuk memastikan, dokter meminta saya untuk melanjutkan pemeriksaan dengan melakukan CT-Scan (Computerized Axial Tomografi).

Entah kenapa, saya langsung mempunyai perasaan tidak enak. Dalam hati saya berucap, pasti ada sesuatu yang tidak semestinya di dalam perut. Perasaan tidak enak ini mendorong saya mencari dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit lain. Setelah bertanya kepada banyak pihak, atas rujukan atasan saya di kantor, saya pun memutuskan untuk memeriksakan diri saya ke dokter penyakit dalam di Rumah Sakit MMC.

Saya pun akhirnya menjalani CT-Scan dan hasilnya terlihat ada bentukan padat dan cair di perut bagian kanan bawah saya yang harus segera diangkat melalui operasi. Perasaan waswas dan takut mulai menyergap diri ini karena harus menghadapi operasi. Tapi saya berdoa dan berharap agar semuanya bisa berjalan dengan lancar dan baik.  

Seorang Pasien Penderita Kanker Sedang Konsultasi Dengan Dokter

KANKER MENYEBARKE PERUT
Akhirnya, operasi pun dilakukan pada 13 Juni 2009. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Sample yang sudah diangkat pun dibawa ke laboratorium untuk dilakukan tes patologi. Selang satu hari, hasil patologi tes pun keluar dan diagnosa yang didapat adalah tumor dinding perut.

Seluruh sendi-sendi di badan langsung terasa lemas. Tidak pernah sama sekali terpikir akan mendengar hasil tersebut. Dokter menyarankan agar melakukan operasi susulan untuk membuka lebih besar dan mengangkat lebih banyak sel tumor yang bersarang di perut kanan bawah saya.

Saat operasi kedua yang dilakukan pada tanggal 13 Juli 2009, terlihatlah sel-sel tumor memang sudah menyebar di sekitar dinding perut dan me­nempel di jaringan otot sampai pangkal paha. Otot perut saya harus diangkat supaya sel-sel tumor tidak menyebar ke organ tubuh yang lain. Dokter berusaha membersihkan semuanya dan memakan waktu operasi yang lumayan panjang. Ini pukulan berat buat saya. Pasalnya, setelah peng­angkatan otot perut, saya jadi tidak bebas beraktivitas.

Hasil patologi dari operasi kedua ini pun sungguh sangat mengejutkan karena diagnosanya adalah fibrosarcoma (kanker dinding perut). Dulu saya rajin berolahraga. Sekarang kegiatan ini harus saya kurangi. Jangankan kegiatan yang menghabiskan banyak tenaga, untuk mengangkat barang saja sudah sulit. 

Tak hanya itu, ketika naik mobil pun saya harus menghindari jalan berlobang. Kalau sampai kena guncangan, perut ini sakitnya bukan main. Untuk mengganti otot perut yang sudah tidak ada, saya memakai otot buatan yang disebut meshMesh ini berfungsi menahan isi perut. 

Saat pertama kali 'dimasukkan' ke perut, mesh masih dalam keadaan lembek. Lambat laun otot pengganti itu akan mengeras. Selama menunggu mesh mengeras, saya harus memakai korset di sekeliling perut. Kalau tidak, saya akan kesakitan. Perut se­perti dikocok-kocok terus. Benar-benar tersiksa.

SAYA HARUS MENAHAN RASA SAKIT
Setelah operasi kedua bulan Juli 2009, saya baru bisa kembali bekerja pada bulan Oktober 2009. Itu pun secara bertahap mengikuti kesanggupan fisik saya pascaoperasi. Posisi saya sebagai business development manager di salah satu perusahaan kontraktor di bidang oil dan gas.

Suatu hari di bulan November, dalam kondisi yang belum seratus persen pulih, saya harus mengikuti acara pembukaan SPBBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) di daerah Industri Karawang, Jawa Barat. Panas matahari yang terik di lokasi dan kondisi yang belum begitu fit membuat badan saya sangat lemas. Begitu sampai di kantor saya merasakan sesak yang teramat sangat di dada kiri.

Saya sempat panik. Pasalnya sesudah menjalani operasi kedua, saya sempat bertanya pada dokter, kalau sampai berkembang, ke manakah sel kanker ini menyebar? Dokter menjawab, 'Paru-paru'. Makanya, begitu dada sesak dan napas tersengal-sengal, saya begitu takut. 'Ya, Allah, begitu cepatkah penyebaran­nya?' demikian pikiran buruk yang berkelebat.

Saya kembali ke dokter untuk memeriksakan diri dan dokter meng­anjurkan serangkaian pemeriksaan antara lain foto thorax, CT-Scan abdomen dan ECHO, atau pemeriksaan jantung. Di sana terlihat kalau di jantung saya memang terjadi pelebaran sedikit di pembuluh balik, tapi masih dalam batas yang wajar. Namun untuk memastikan, dokter onkolog menya­rankan untuk melakukan PET-Scan.

PET-Scan mirip dengan CT-Scan, yaitu proses pemotretan untuk melihat kondisi di dalam tubuh. Bedanya, PET-Scan menggunakan teknologi nuklir yang tingkat radiasinya sangat tinggi. Jika hasil CT-Scan biasanya berupa foto hitam putih, PET-Scan memberikan hasil foto berwarna yang menunjukkan isi tubuh dengan sangat lebih jelas. 

Intinya, dengan PET-Scan, diagnosa untuk penyakit saya lebih bisa diketahui secara pasti. Masalahnya, proses ini sangatlah menyakitkan dan membuat saya menjadi takut pada ruangan sempit. Radiasi yang tinggi membuat tubuh terasa sangat tidak mengenakkan. Saya tidak bisa mene­mukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana menyiksanya menjalani proses PET-Scan ini.

Setelah selesai menjalani PET-Scan, untuk satu hari satu malam saya tidak boleh bertemu dengan anak kecil dan orang tua karena radiasi di tubuh saya yang sangat kuat. Kalau sampai anak kecil mendekat, bisa berbahaya. Semalaman saya tidak bisa makan sama sekali, bahkan sampai muntah.

Dari hasil PET Scan akhirnya ditemukan lagi adanya sel kanker di tubuh saya.  Bukan di paru-paru seper­ti yang dikhawatirkan, melain­kan menyebar ke otot perut sebelah kiri dan di tulang panggul kanan. 

Mau tidak mau, dokter harus melakukan operasi ketiga untuk pengangkatan lagi. Operasi ketiga jauh lebih besar dan lebih rumit karena tulang panggul saya harus dikerok untuk mengangkat sel kanker yang bersarang di sana. Saya masih ingat betul, hari itu Rabu, 30 Desember 2010. Saya sedang berulang tahun yang ke-35. 

Ruangan Perawatan Penderita Kanker

Ultimatum dokter untuk operasi lagi menjadi 'hadiah' istimewa saya. Saya tidak bisa langsung menyetujui permintaan dokter. Rasa sakit luar biasa yang harus saya lalui pada dua operasi sebelumnya masih terbayang. Saya betul-betul merasa tidak sanggup kalau harus melakukan operasi ketiga.

Bagi penderita kanker lain, ada pilihan untuk melakukan kemoterapi. Tapi untuk kanker dinding perut seper­ti yang saya derita, kemoterapi tidak bisa dilakukan. Hanya operasi sebagai jalan satu-satunya. Akhirnya, setelah memikirkan dalam-dalam, saya menyetujui tindakan operasi itu.

Saya sudah melewati dua operasi yang menyakitkan. Buat apa saya menyerah sekarang? Saya harus bangkit. Semangat ini memotivasi menjalani operasi ketiga yang dilakukan Januari  2010. Jadi, total dalam waktu kurang dari setahun saya sudah menjalani tiga kali operasi: Juni 2009, Juli 2009, dan Januari 2010.

DUKUNGAN KELUARGA DAN SAHABAT
Saat menjalani operasi pertama dan kedua, saya sembunyi-sembunyi. Hanya Mama dan keluarga dekat yang tahu. Orang kantor dan sahabat-sahabat tidak ada yang saya ceritakan. Jujur, ketika itu saya belum siap bersikap terbuka. Perlu diketahui, tidak banyak penderita kanker yang mau mengakui penyakit mereka. Sebagian besar memilih mengucilkan diri. Saya juga demikian.

Sebenarnya sahabat-sahabat saya sudah mulai curiga. Pasalnya saya menunjukkan beberapa perubahan. Antara lain tidak pernah lagi memakai sepatu hak tinggi. Padahal sebelumnya saya dijuluki Miss Stiletto karena kecintaan saya pada sepatu berhak lancip. Tapi karena kanker dinding perut ini, saya harus melepas kecintaan pada sepatu berhak lancip tersebut karena rasa sakit yang sangat menyiksa jika menggunakan sepatu itu.

Pada saat akan menghadapi operasi ketiga, saya membutuhkan banyak dukungan. Akhirnya saya kumpulkan keenam sahabat saya dan menceritakan penyakit ini. Saat itu juga mereka langsung menangis. Tidak ada yang menduga saya mengidap penyakit seserius itu. Perlu diketahui, kanker dinding perut termasuk kanker langka. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia.

Saya lega sudah bisa membuka hati pada sahabat dan keluarga. Untuk penderita kanker, semangat obat nomor satu. Dari merekalah saya mendapatkan energi baru dan semangat untuk melewati operasi ketiga ini. Dukungan keluarga juga membuat saya kuat. Terlebih lagi ibu saya. Beliau penyemangat nomor satu yang selalu berdoa demi kesembuhan saya. 

Saya sendiri berusaha untuk tidak menunjukkan rasa sakit atau ketakut­an saya di depan ibu. Dia pasti akan jauh lebih sedih dibanding saya. Apa­lagi ayah saya juga meninggal karena kanker. Jadi begitu mengetahui saya juga mengidap kanker, hati ibu hancur berkeping-keping. Tapi dia selalu setia menemani saya melewati hari demi hari. Dengan doa dan kata-kata positif pembangkit semangat.

Kini, saya juga bergabung di Cancer Information Support Center (CISC). Memang saya tidak selalu mengikuti acaranya karena faktor kesehatan. Di komunitas ini, saya mendapat banyak dukungan, ditambah info-info seputar masalah kanker.  Saya harus terus maju. Perjalanan masih panjang.

Saya sudah pernah melalui masa di mana saya marah-marah pada Tuhan. Saya merasa Dia tidak adil kare­na telah memberi saya penyakit ini. Tapi kini pikiran saya sudah terbuka. Tuhan tidak mungkin memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umat-Nya. Ya, kanker sudah membuat saya jatuh. Tapi berkat cinta dan kasih sayang dari keluarga serta sahabat, saya bisa bangkit lagi.. (M.S)

Demikian kisah singkat dari 'seorang sahabat pengidap kanker langka'. Mudah-mudahan cerita ini dapat bermanfaat dan menambah informasi baru buatmu. Satu hal yang paling penting, jaga terus kesehatanmu karena sehat itu mahal.

Jika ada saran, kritik, atau informasi lain berkaitan dengan artikel ini, silakan tulis dikolom komentar. 

Penderita Kanker Dan Harapan Hidup


Minggu, 09 Oktober 2016

Dere Serani Manggarai

Sahabat pembaca asemolas, rasanya lama sudah tak kembali berkicau tentang 'Manggarai, tanah kelahiran'. Sepertinya ini momen yang tepat untuk kembali mengupas ingatan tentang 'Manggarai'. Kali ini mari kita bahas secara khusus tentang "Dere Serani Manggarai".  Yuk, ikuti ulasan singkat asemolas.com. 

Katedral Lama Ruteng, Manggarai, Flores


Apa Itu 'Dere Serani'?
Apa kamu pernah mendengar tentang 'Dere Serani'? Dere Serani merupakan paduan dua kata yang berasal dari bahasa daerah Manggarai, Flores. Dua kata tersebut yaitu "Dere" artinya lagu atau nyanyian dan "Serani" artinya rohani. Jika diartikan berdasarkan paduan dua kata itu 'Dere Serani' artinya lagu atau nyanyian rohani. 

Jika ditanya lebih jauh tentang apa itu dere serani? Bisa diartikan seperti ini; 'Dere Serani' adalah kumpulan lagu-lagu rohani (atau lagu-lagu gereja) dalam bahasa Manggarai, Flores yang hingga saat ini tercatat dan tertulis dalam bentuk sebuah buku. 

Lagu-lagu dere serani ini biasanya dinyanyikan pada saat doa atau upacara sakral lainnya. Misalnya saat misa (doa bersama) hari minggu, doa rosario di bulan Maria  yaitu bulan Mei dan Oktober, doa bersama saat upacara-upacara penting orang katolik Manggarai, atau pada waktu upacara adat orang Manggarai.


Sejarah Dere Serani
Jika ditelusuri dari jejak sejarah, begitu sulitnya para misionaris berusaha menerjemahkan lagu-lagu asing ke dalam bahasa daerah Manggarai. Upaya mereka ini bermaksud agar umat (sebutan untuk orang-orang Katolik) dapat mengambil bagian secara aktif dalam menyanyikan lagu-lagu Gereja dalam ibadat (doa bersama). 

Lagu  Gereja atau Kristiani dalam bahasa Manggarai ini dilatih untuk pertama kalinya pada tanggal 13 Mei 1922 oleh Pater Frans Dorn, SVD bersama anak sekolah di Ruteng. Lagu Manggarai pertama ini berjudul: "Mai Momang Maria" artinya Mengasihi Maria. Kemudian lagu terjemahan 'Mai Momang Maria' ini pertama kali dinyanyikan pada saat ibadat katolik di suatu kesempatan Misa Hari Minggu, tepatnya tanggal 21 Mei 1922. 

Setelah lagu pertama ini mulai diterima dan dikuasai oleh umat katolik Manggarai, menyusul diterjemahkan lagu-lagu lainnya. Hingga pada Pesta Tuhan Yesus Naik ke Surga tanggal 25 Mei 1922, untuk pertama kalinya orang-orang katolik Manggarai mengumandangkan nyanyian koral bahasa Latin dan Asperges dalam bahasa Manggarai. 

Setelah dilihat makin baik dan bagus cara penguasaan lagu oleh orang-orang Manggarai, maka makin banyak lagu-lagu asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Manggarai. Hingga akhirnya lagu terjemahan tersebut telah mengisi hampir sebagian buku dere serani. Hal itu yang membuat perhatian dan minat para misionaris kian tumbuh terhadap lagu-lagu asli Manggarai. 

Ciri yang membedakan dari lagu-lagu asli dalam dere serani adalah pengarangnya anonim dan tidak dicantumkan tahunnya. 

Mbata, Lagu Dalam Upacara Adat Manggarai, Flores


Dere Serani Dan Upacara Adat Manggarai
Jenis-jenis lagu asli yang menarik perhatian adalah lagu-lagu yang umumnya dipakai dalam upacara adat asli orang Manggarai. Lagu-lagu asli tersebut diantaranya Sanda, Mbata, dan Danding. 
Sanda, mbata, dan danding memiliki ciri khas masing-masing.

Hal yang membedakan diantara ketiga jenis nyanyian Manggarai ini, adalah:
  • Sanda
Sanda adalah sejenis lagu yang berisi unsur-unsur pemujaan atau terkadang berisi kisah-kisah sejarah (suku). Sanda bisa dinyanyikan sambil duduk, berdiri, dan atau menari dimana para penyanyi akan membentuk sebuah lingkaran dan bergerak (menari) dalam irama kaki yang sama.

  • Mbata
Mbata adalah lagu yang biasanya dinyanyikan pada malam hari (kecuali mbata kaba atau kerbau) dalam sebuah rumah khusus (Mbaru Gendang atau rumah adat orang Manggarai). 
Para penyanyi mengambil posisi duduk bersila di lantai sambil menabuh gong dan gendang sebagai pengiring lagu. 

Isi mbata pada umumnya mengenai kisah-kisah kepahlawanan, cinta, dan rekaman peristiwa-peristiwa penting dalam suku. Atau terkadang berisi ajaran-ajaran seperti fabel, legenda, dan parabel.

  • Danding
Danding memiliki bentuk dan ciri tersendiri. Dimana bentuknya lebih pendek dan terdiri dari dua bagian yang dinyanyikan bergantian antara dua kelompok (biasanya kelompok perempuan dan kelompok laki-laki).

Para penyanyi yang biasanya sekaligus berperan sebagai penari membentuk sebuah lingkaran dan bergerak maju mundur dengan irama kaki yang sama, seperti gerakan pada sanda. Yang membedakan danding dengan sanda adalah irama gerakan kaki sang penari. Pada sanda, irama gerakan kakinya agak lambat. Sedangkan untuk danding, irama kaki penari lebih cepat dan hidup (bersemangat). 

Isi danding umumnya merupakan rekaman peristiwa-peristiwa secara singkat dan ringkas. Misalnya kisah percintaan atau peristiwa hidup yang sedang terjadi di dalam masyarakat. Sedangkan untuk danding-danding klasik, biasanya berisi unsur-unsur sage dan legenda.


Kain Songke, Tenun Ikat Manggarai, Flores


Dere Serani Dan Perkembangannya
Usaha pemberian motivasi mengubah atau menerjemahkan lagu asing ke dalam bahasa Manggarai berlangsung hampir sepuluh tahun. Upaya ini baru mendapat tanggapan dan diakui pada tahun 1936. Dimana pada tahun ini, seorang guru bernama Philipus Manti menciptakan dua (2) buah lagu Gereja dari lagu asli Manggarai. 

Beliau pernah mengikuti kursus guru selama dua tahun di Ndona, Ende, Flores. Dua lagu tadi diciptakan di Ruteng, Manggarai. Lagu yang diciptakan bapak Philipus berjudul "Doingkoe Ga" artinya sadarilah dan "Moriga Kristus" artinya Tuhanku Kristus. 

Dua lagu ini berisi permohonan kepada Allah dari orang tua, yang dinyanyikan sebelum maju untuk berperang. Lagu pertama (Doingkoe Ga) bersifat imperatif dan bermakna menyadarkan orang untuk selalu waspada dan berjaga-jaga. Sedangkan lagu kedua, Moriga Kristus, mengisahkan kepahlawanan seorang tokoh yang jadi korban perang.

Untuk saat ini dalam buku Dere Serani, dua lagu ciptaan bapak Philipus ini dikelompokkan sebagai lagu untuk masa puasa. 


Sekian dulu penjelasan singkat tentang sejarah awal Dere Serani Manggarai. Untuk pembahasan lanjut tentang perkembangan Dere Serani akan dijelaskan dalam artikel berikutnya. 

Jika ada saran, pendapat, dan atau kritik terkait artikel ini, bisa tuliskan di kolom komentar. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan baru untuk kita. *


Sumber: "Uskup Wilhelmus van Bekkum & Dere Serani" karya Bonefasius Jehandut


Katedral Baru, Manggarai, Flores


Jumat, 07 Oktober 2016

Tips Membuat Presentasimu Jadi Menarik

Apakah kamu pernah diminta untuk membuat sebuah presentasi? Apakah presentasimu menyenangkan? Atau, malah membuat audiens jadi malas dan ngantuk? Tentunya, hal seperti itu sangat tidak kamu atau siapapun harapkan. 


Gadis Belia Dan Gaya Presntasinya


Meski sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin, sering kita melupakan satu hal. Apakah presentasi yang kita buat menarik untuk disimak? Jangan sampai rekan kerja, atasan, atau klien tidak bersemangat untuk mendengarkan karena tidak memahami isi presentasi Anda. 

Biar kejadian semacam itu (pendengar jadi malas dan ngantuk) tidak sampai terjadi pada saat presentasimu, mari intip ulasan berikut. Tips membuat presentasi jadi menarik bersama asemolas. 


Singkat Dan Jelas
Presentasi yang terlalu lama, panjang dan bertele-tele, akan membuat pendengar bosan. Jadi, usahakan waktu yang digunakan untuk menjelaskan materi sekitar 25 menit saja. Jangan gunakan kata-kata atau kalimat yang tidak efektif. Ungkapkan data yang terdiri dari angka-angka dengan lebih jelas.

Akan lebih mudah jika kamu membawakan presentasi dengan menggunakan metode mind mapping. Cara ini terbukti efektif membuat pendengarnya lebih mudah mengingat dan merekam informasi dari presentasi yang disampaikan.


Penyajian Lancar
Tak hanya materi presentasi yang harus disiapkan, kamu juga harus siap. Sudahkah kamu memerhatikan kata-kata yang sedikit sulit dan mengucapkannya dengan benar? Ini sering terlewat oleh kita. Saat harus mengucapkan istilah asing atau kata yang jarang kita ucapkan, kita malah terbata-bata.

Cepat atau lambat, cara kita berbicara juga menentukan orang terhanyut dalam presentasi. Lihat bagaimana seorang dalang membawakan cerita; kadang agak keras, kadang lembut. Kamu pun perlu begitu. 

Untuk itu, harus dan sangat perlu berlatih. Mintalah teman mendengarkan presentasimu dan minta juga masukannya. Saat bicara, hindari kedua tangan terjulur atau dalam posisi bebas. Ini bisa menghilangkan konsentrasi.


Gaya Presentasi Karyawan Kantor Yang Menyenangkan


Tambahkan Foto dan Gambar
Agar lebih menarik dan mudah dicerna, selipkan gambar animasi atau foto. Jika menggunakan slide, pahami isi slide satu persatu. Usahakan membuat cerita bersambung antara satu slide dengan slide lain.

Ingat, presentasi adalah komunikasi ide. Penyampaian yang mengalir lancar akan sangat memudahkan peserta menangkap pesan yang ingin disampaikan nantinya.


Kontak Mata
Saat presentasi, coba lakukan kontak mata dengan peserta. Sambil berbicara sesekali lemparkan pandangan ke arah mereka, bisa dari sisi kanan, tengah, atau kiri. Ini akan membuat kamu mengetahui apakah peserta tertarik mendengarkan atau tidak. 

Jika ada peserta yang berbicara sendiri atau melakukan aktifitas lain, acuhkan saja. Fokuslah pada materi yang kamu berikan agar konsentrasimu tidak hilang. 


Selipkan Humor
Presentasi yang terlalu serius memang terkesan menegangkan dan bikin bosan. Jadi, selipkanlah humor yang relevan dengan topik presentasi. Humor akan menyegarkan suasana dari rasa jenuh. 

Namun, jangan ungkapkan humor yang berlebihan. Ini akan membuat presentasi malah kehilangan makna. Perlu diperhatikan bahwa kamu sedang presentasi, bukan melawak.


Presentasi Bersama Tim Kantor


Buat Ringkasan
Setelah presentasi selesai, sebaiknya kamu memberikan sedikit ringkasan dari materi yang telah disampaikan tadi. Dengan begitu, peserta bisa kembali mengingat apa yang telah mereka dapat dari presentasi yang sudah kamu bawakan tadi. (CM)
~~

Itu tadi beberapa tips agar presentasimu jadi menarik. Mudah-mudahan informasi ini dapat bermanfaat buatmu.
Jika ada saran ataupun komentar terkait artikel ini, bisa kamu tuliskan di kolom komentar.

Sampai jumpa di cerita dan tips berikutnya ya ;) 


Seorang Siswa Sedang Presentasi Di Depan Kelasnya


Rabu, 05 Oktober 2016

Makna Sebuah Pertemanan

Sahabat pembaca asemolas, kali ini saya akan membahas topik tentang 'teman'. Lebih tepatnya " Makna Sebuah Pertemanan". Saya yakin ini bukan merupakan hal baru apalagi asing buat kamu kan? Karena pada dasarnya; saya, kamu, atau mereka semua butuh dan punya 'teman' untuk berbagi. Kamu setuju?

Aku Dan Sahabat-sahabatku


Apa Itu Teman Atau Pertemanan?
Bagaimana reaksimu tak kala suatu ketika ada yang bertanya: "Kamu punya berapa teman?". Kira-kira seperti apa jawabanmu. Apa kamu akan memberi jawaban dua orang, tiga, atau banyak? Atau kamu malah sejenak terdiam karena kaget dengan pertanyaan seperti itu. Terus balik bertanya: "Maksudnya bagaimana? Teman apa, dimana, dan seperti apa?". Bingung kan.

Hal seperti itu pernah saya alami saat salah seorang teman bertanya "Temanmu ada berapa banyak?" Jujur, saya agak terperanjat seakan tak bisa menjawab. Yah, agar tidak seperti menghindar untuk memberi jawaban maka saya balik bertanya padanya. "Teman seperti apa yang kamu maksudkan? Teman yang ada di sini atau dimana?".

Teman saya malah tertawa setelah mendengar jawaban dari saya. Seolah-olah jawaban saya merupakan lelucon baginya karena suara tawanya seakan tak bisa berhenti. Saya tidak marah ataupun sedih melihat reaksinya. Saya malah bersyukur karena bisa membuatnya tersenyum bahagia. Itung-itung mungkin salah satu teorinya benar.

Berawal dari pertanyaan di atas, apa itu teman? Buat saya, teman adalah seseorang yang selalu berusaha menjaga kita dari rasa sedih dan kesendirian. Orang yang selalu menghadirkan pikiran positif  dan selalu memberikan motivasi agar saya bisa tumbuh menjadi pribadi yang kian baik.

Foto Bareng Teman Terbaik


Teman Dan Media Sosial
Jika kembali mengingat pertanyaan teman diatas, saya terkadang senyum-senyum sendiri. Karena bila disadari di zaman yang kian canggih seperti sekarang ini kian maraknya penggunaan social media dan social networking. Dari situ kita akan memperoleh banyak teman. Dan pertemanan itu seakan menjadi suatu hal yang terkesan unik. 

Lihat saja di akun media sosial  yang kamu miliki seperti facebook. Di sana ada ribuan orang yang menjadi teman kita. Belum lagi di akun social media lainnya seperti twitter, instagram, path, tumblr, linkedin, atau pinterest. Tidak hanya terbatas di situ. Ada daftar kontak BB, whatsapp, line yang selalu menghubungkan kita dengan teman-teman di luar sana. Dari situ kita sadar bahwa teknologi seakan menciptakan jarak yang kian tipis diantara semua orang. 

Dari sana kita bisa mengenal semua orang tanpa batasan usia. Tanpa perlu ditelusuri lebih jauh tentang asal usul atau usianya. Semua orang seakan bisa memberikan komentar tentang apa dan siapapun. Saat itu, tak ada lagi yang menilai saya ataupun kamu sebagai orang yang sok akrab ketika mengomentari status seseorang. Sungguh unik kan. 

Mereka semua yang terhubung di akun media sosial saya dan kamu adalah teman. Sekarang, kembali ke topik utama, apakah mereka semua bisa disebut sebagai teman? 


Makna Kehadiran Teman
Jika orang-orang yang terhubung di akun media sosial adalah teman, lalu muncul pertanyaan lanjutan: "Apa arti pertemanan sesungguhnya? Mungkinkah seseorang yang secara fisik dan nyata ada di samping kita tiap saat,  paham kapan kita sedih, marah atau bahagia. 

Ataukah, mereka yang mungkin dan bahkan tidak pernah kita kenal sebelumnya, bagaimana rupanya, seperti apa karakternya tetapi ia seakan mampu memahami pikiran kita? Dapat merasakan kesedihan, mampu memberikan dukungan saat kita bingung, dan bahkan bisa menertawakan kebodohonan bersama? 

Tertawa Dan Bahagia Bersama Sahabat


Jujur, hingga kini sungguh sangat sulit buat saya untuk mengartikannya. Jika harus menggunakan hitungan jumlah, susah menemukan orang yang tak punya kawan di masa sekarang ini. Namun, jika diselidiki di kehidupan nyata; kita akan selalu menemukan orang-orang yang tetap merasa sendirian hidup di dunia. 

Dalam kondisi stres dan depresi misalnya. Begitu banyak orang yang melarikan diri pada hal-hal negatif. Misalkan, narkoba atau hal-hal negatif lainnya. Saat ditanya alasannya, tidak sedikit yang menjawab: "Saya tidak punya teman untuk berbagi. Tak ada keluarga yang mau diajak bicara dan berbagai alasan lainnya yang bila ditarik benang merahnya, sesungguhnya ia merasa tidak punya teman lagi. Itu saja". (CM)

~~

Sekarang menurut kamu, siapakah teman sesungguhnya? Siapakah teman kita? Atau, apakah kita benar adalah teman bagi orang-orang di sekitar kita? Apakah kita ada ketika teman kita susah, seperti halnya kita suka bersamanya ketika senang? Pertanyaan yang seakan selalu menjadi teka-teki.

Jika kamu punya jawaban ataupun komentar terkait artikel ini, bisa tuliskan di kolom komentar. Mudah-mudahan catatan ini dapat memberikan makna tersendiri buat kita semua. 

Sampai jumpa di kisah selanjutnya ;)

Berkumpul Bersama Teman-teman Dekat


Selasa, 04 Oktober 2016

Apa Itu Minyak Esensial?

Hallo sahabat pembaca asemolas, kali ini saya akan membahas tema tentang "Apa Itu Minyak Esensial?". Bagi sahabat yang baru atau belum mengetahui tentang hal ini, mari bersama saya ikuti ulasan singkat berikut.

Minyak Zaitun Dan Bunga Mawar


Apa Itu Minyak Esensial?
Para ilmuwan terutama ahli biologi lebih mengenalnya dengan nama 'Minyak Atsiri'. Minyak Atsiri ini biasa juga dikenal dengan nama:

  • Minyak Eterik (Aetheric Oil)
  • Minyak Terbang (Volatile Oil)
  • Minyak Esensial (Essential Oil)
  • Minyak Aromatik (Aromatic Oil)
Minyak Atsiri ini merupakan kelompok minyak dari bahan nabati (berasal dari tumbuh-tumbuhan). Dimana memiliki wujud berupa cairan kental pada suhu ruang tetapi sangat mudah menguap sehingga dapat memberikan suatu aroma yang unik dan khas. 

Dikatakan mempunyai aroma yang khas dan unik karena bahan pokoknya berasal dari wangi-wangian atau minyak gosok yang biasa dipakai untuk pengobatan dari bahan-bahan alami. Di dalam perdagangan, hasil destilasi atau hasil penyulingan minyak ini dikenal sebagai bibit minyak wangi atau bibit parfum.


Minyak Esensial Sebagai Perawatan
Sejak bertahun silam, tradisi dari berbagai negara di dunia telah mengetahui bahwa pemakaian minyak esensial sebagai perawatan untuk menjaga keindahan kulit.

Hal yang sama masih berlaku hingga kini. Berkat perkembangan riset dan teknologi modern dan kian canggih, efektivitas minyak esensial pun sudah teruji. Bahkan, hasil ekstraksi tumbuhan ini kerap dipakai sebagai bahan dasar dalam berbagai produk perawatan kulit.

Selain bersifat alami, minyak esensial juga terbukti mampu mengatasi sejumlah masalah kulit dan rambut. Karena itulah, 'si minyak ajaib' ini kian populer dan terus digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Sehingga tidak salah jika minyak jenis ini kian marak beredar di pasaran.


Jenis Dan Fungsi Minyak Atsiri
Perlu diingat dan diperhatikan bahwa aplikasinya tak boleh asal. Ada beberapa aturan dasar yang sebaiknya harus dipahami. Misalnya, tidak semua tumbuhan dapat diekstraksi dan menghasilkan minyak yang baik bagi kulit.

Hanya beberapa yang lazim dipakai dan sering ditemukan dalam produk kulit, seperti:
Minyak Jojoba
Fungsinya: untuk menguatkan kulit dengan cara memberikan kelembapan agar kulit tak mudah menua dan rapuh. Nilai plusnya, mengurangi produksi minyak berlebih dari kelenjar kulit.

Minyak Biji Anggur (Grapeseed)
Fungsinya: melindungi kulit karena kaya akan kandungan asam linoleat dan anti oksidan untuk mencegah infeksi bakteri.

Minyak Tea Tree
Berfungsi: mengatasi jerawat dengan mengangkut oksigen ke pori-pori serta membunuh bakteri yang merupakan penyebab jerawat.

Minyak Rosehip
Fungsinya: memperbaiki tekstur dan warna kulit yang tidak merata. Hal ini karena jenis ini kaya akan kandungan asam lemak dan vitamin C yang berfungsi mengatasi paparan sinar matahari pada kulit.

Minyak Primrose
Fungsi: untuk menambah elastisitas sehingga mengembalikan kekencangan dan kekenyalan kulit.

Minyak Zaitun
Berfungsi: menutrisi dan melembapkan, bahkan dikenal sebagai pelembap terbaik bagi kulit.

Minyak Biji Kamelia
Fungsinya: merangsang produksi kolagen agar kulit senantiasa tampak lebih muda.

Minyak Almon
Fungsi: untuk meredakan iritasi dan meningkatkan sensitivitas kulit.


Minyak Wangi Dan Perempuan


Minyak Sebagai Kebutuhan Kulit
Selain mengenali ragam dan fungsinya, pemakaian minyak esensial juga perlu disesuaikan dengan beberapa kebutuhan kulit. Kebutuhan yang dimaksud diantaranya:

  • Untuk Melembapkan Wajah

Pemakaian pelembap di pagi hari atau serum di malam hari sebelum tidur adalah langkah utama untuk memberikan kesegaran dan kelembapan yang selalu melekat pada wajah. Biasanya, minyak menjadi kandungan dasar pada dua produk ini karena dinilai paling efektif mengikat kelembapan pada wajah.

Hanya saja, kadar minyak bisa saja berbeda-beda pada setiap produk. Contohnya, kadar minyak lebih banyak ada pada pelembap untuk jenis kulit kering ketimbang untuk kulit berminyak. Oleh karena itu, jika tipe kulit cenderung berminyak, sebaiknya pilih pelembap yang kandungan minyaknya lebih sedikit.

  • Membersihkan Wajah

Di penghujung hari setelah seharian beraktivitas, membersihkan wajah dari paparan debu dan sisa kosmetik adalah ritual wajib yang tak boleh diabaikan. Terkadang kebanyakan orang berpikir bahwa membersihkan wajah dengan air dan sabun sudahlah cukup. Namun, air dan sabun pun ternyata belum cukup untuk melakukannya.

Pilihan terbaik adalah dengan menggunakan minyak. Mengapa minyak? Alasannya, minyak adalah bahan ideal untuk mengangkat kotoran yang juga berupa minyak. Misalnya, minyak dari produksi kelenjar, minyak dari kosmetik berbahan silikon, atau dari sisa tabir surya tahan air yang kita pakai di siang hari.

Berikut contoh cara membersihkan wajah dengan minyak:
Mengaplikasikan minyak esensial pada permukaan wajah sambil dipijat. Lanjutkan dengan membilas wajah menggunakan air yang sudah dicampur busa sabun. Cara ini dapat mencegah kulit kering akibat pemakaian sabun pembersih wajah.

Satu yang perlu diperhatikan bahwa akan ada bonus untuk kulit jika membersihkan wajah dengan menggunakan minyak: Karena minyak pembersih wajah juga sangat cocok digunakan pada kulit berjerawat atau yang mengalami eczema serta kulit sensitf. Dimana kandungan minyaknya dapat membantu menguatkan lapisan kulit sehingga lebih kebal terhadap risiko kulit kering dan infeksi oleh bakteri.


Aplikasi Minyak pada Kulit Berminyak
Jika ditanya, bolehkah kita melakukan aplikasi minyak pada kulit berminyak? Jawabannya: boleh saja!. Namun perlu disiasati cara pemakaiannya. Hal serupa pernah diungkapkan oleh "Nöelle Sherber, MD", seorang dokter kulit dari Washington DC.

Sebagai contoh, coba tambahkan setetes minyak esensial ketika akan menggunakan serum atau pelembap yang mengandung asam hyaluronic atau gliserin. Fungsinya untuk menambah kelembapan. Dengan begitu, kelenjar kulit seolah menerima sinyal bahwa kondisi kulit sudah cukup lembap sehingga secara alami produksi minyak oleh kelenjar pun dikurangi.

Jadi, yang perlu dan harus diperhatikan adalah ada baiknya pilihlah jenis minyak esensial yang bersifat anti peradangan dan mengandung omega 3. Karena terbukti efektif menekan produksi minyak berlebih.


Spa Dan Minyak Aroma Terapi


Hasil dari aplikasi minyak tersebut diantaranya:

  • Mengharumkan dan melembutkan seluruh tubuh


Selain kaya akan kandungan pelembap dan nutrisi buat kulit, minyak esensial juga mengandung aroma terapi yang memberikan keharuman nan unik. Aromanya makin kental jika minyak ini dikeringkan, yakni dalam bentuk body butter.

Awal mulanya body butter dibuat sebagai parfum dalam bentuk padat dengan tekstur yang ringan dan mudah meresap. Tujuannya agar mudah diaplikasikan dan harumnya menempel lebih lama karena diaplikasikan langsung pada kulit.

Namun kini, seiring berkembangnya inovasi, body butter tidak hanya diminati karena aromanya tapi juga karena diperkaya dengan aneka nutrisi yang dapat memberikan khasiat lebih banyak bagi kelembutan dan keindahan kulit.


  • Menutrisi rambut

Seperti halnya pada wajah dan tubuh, minyak esensial juga mampu melindungi kelembapan dan mencegah penguapan berlebih pada kulit kepala. Termasuk pula mengendalikan produksi minyak. Nah, saat mencari produk rambut yang mengandung minyak esensial, coba perhatikan kandungan trigliserida pada labelnya.

Trigliserida adalah kandungan dari minyak sayur dan buah yang mirip dengan minyak yang dihasilkan kelenjar sebum para rambut. Sumber terbaiknya berasal dari minyak argan, minyak zaitun, minyak almon, minyak kelapa, serta minyak avokad.

Sebaliknya, produk dengan kandungan seperti mineral dan minyak buatan seperti parafin sebaiknya dihindari karena hanya akan mengotori kulit kepala dengan minyak dan lemak.


  • Sebaiknya bukan baby oil

Baby-oil dan petroleum seringkali kita pakai untuk membersihkan kotoran pada kulit atau mengatasi kulit yang kering dan iritasi. Namun tidak dianjurkan untuk memakainya terlalu sering. Hal ini karena mengingat minyak yang digunakan merupakan minyak buatan dengan tekstur terlampau berat dan berlemak.

Jadi alih-alih terserap oleh kulit, justru minyak tersebut hanya akan menumpuk di permukaan kulit dan menutupi pori-pori. Ini berbeda dengan minyak alami atau minyak esensial yang biasanya sudah melalui proses formulasi.

Proses ini menghasilkan minyak dengan struktur molekul sangat ringan sehingga mudah terserap dan meresap pada kulit. Lebih lagi, jenis minyak baik ini juga mampu melancarkan sirkulasi oksigen ke kulit serta mengunci kelembapan dari dalam. Ini artinya, kulit jadi tak mudah kering akibat proses penguapan akibat paparan sinar matahari atau radikal bebas lainnya. (IM)

~~

Mungkin itu dulu informasi seputar minyak esensial atau minyak atsiri. Mudah-mudahan informasi ini dapat bermanfaat buat sahabat asemolas dimana pun.

Jika ada masukan, saran, atau informasi tambahan terkait artikel ini, silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.

Sampai jumpa di informasi berikutnya ya ;)


Wangi-wangian Dan Minyak Terapi


Senin, 03 Oktober 2016

Catatan Seorang Teman

Baru-baru ini seorang teman menulis status di Facebooknya: "Bagaimana yah caranya ngilangin rasa bersalah pada ibu yang bekerja? Apa lebih baik berhenti kerja saja?".


Wanita Karier Yang Sedang Bekerja


Saya tersenyum membaca status itu.  Saya masih ingat betul,  masa-masa awal kembali bekerja setelah cuti selama tiga (3) bulan. Ugh! Rasanya berat sekali. Dan saya yakin, di luaran sana banyak juga para ibu yang mengalami hal yang sama seperti saya. 


Antara Kerja Dan Anak
Sulit untuk dijawab jika diberi pilihan 'Terus bekerja' atau 'Urus anak di rumah'. Dua hal penting yang selama ini saya butuhkan. Dimana sebagai seorang wanita yang sudah menikah, saya dan suami merindukan hadirnya buah hati tercinta. Di sisi lain, saya memilih kerja untuk membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga dan alasan lain yang enggan saya katakan.

Meski saat menjalankan kedua hal itu secara bersamaan sangatlah berat buat saya. Misalkan, dari segi mental, saya merasa 'terteror' oleh perasaan bersalah karena harus meninggalkan bayi dalam asuhan dan pengawasan orang lain. Sementara itu, dari sisi fisik, saya juga seakan digempur 'habis-habisan'. 

Selain tidak bisa tidur malam lebih dari empat jam sebab si kecil sering bangun di tengah malam. Untuk urusan kerja, saya juga harus lebih sering lembur di kantor. Yah maklum, saat itu saya sedang mengerjakan proyek baru yang butuh perhatian lebih.


Antara Kerja Dan Anak


Suami Yang Selalu Suport
Beruntung saya punya suami yang cepat membaca situasi tidak sehat ini. Dia meyakinkan saya agar tidak perlu terlalu merasa bersalah saat meninggalkan si buah hati di rumah. 
"Percayalah, anak kita tahu siapa ibunya. Dia tetap menyayangimu meskipun tidak setiap jam dan menit ada bersamanya. Selamanya engkau akan tetap jadi nomor satu di hatinya". Begitu cara pasangan saya memberikan motivasi dan dukungan. Dan saya pun terdiam.

Ya, jujur harus diakui bahwa rasa bersalah ini sering. Hal ini disebabkan adanya perasaan takut yang mungkin agak berlebihan, kalau-kalau nanti 'si kecil' tidak akan mengenal dan menyayangi ibunya. Ada rasa cemas, mungkinkah ketika dia sakit dan terluka, yang dipanggilnya adalah nama kakek-nenek atau bahkan nama pengasuhnya. Atau, terkadang berpikir tidak siap menerima tak kala anakku lebih memilih tinggal di rumah daripada pergi bersamaku di akhir pekan.

Namun, lagi-lagi dengan tenang dan sabar suami memberi pencerahan agar beban yang ada di kepala tidak lagi menyiksa dan membebankan saya. Karena situasi itu akan sangat berpengaruh pada anak kita nanti. 


Bebaskan Pikiran Demi Kebahagiaan
Pikiran juga ketakutan-ketakutan yang diciptakan sendiri terkadang makin kuat berpengaruh jika tidak segera dibuang jauh-jauh. Sebab kalau terus dipelihara maka akan sangat mengganggu relasi antara ibu dan anak. Karena pada dasarnya, segala situasi bathin atau pikiran ibu secara tak langsung bisa dirasakan oleh 'si kecil'. Pun sebaliknya.

Seperti yang saya alami. Karena terlalu 'sibuk' memikirkan rasa bersalah, tanpa sadar saya malah jadi ibu yang kurang menyenangkan buat anak. Sebab makin jarang tersenyum, bercanda, atau tertawa lepas bersamanya. Boleh dikata jauh dari asyik. 
Inilah yang sebenarnya paling tidak baik menurut saya. 'Membuat anak tidak nyaman' saat ada bersama kita. Jadi bukan semata-mata karena dia ditinggal seharian bekerja.

Bisa jadi, ada yang menganggap pernyataan di atas adalah sebuah pembenaran. Saya tidak akan mengelak. Apalagi membela diri. Tapi saya yakin, setiap anak berhak atas senyum ibunya. 

Anak berhak dan perlu diajak main-main. Bukan dihujani air mata hanya karena ibunya merasa bersalah pulang kemalaman. Bukan pula dijejali kalimat-kalimat permintaan maaf karena harus berangkat ke kantor pagi-pagi.
~~

Ini pendapat dan perasaan saya. Ada yang setuju, banyak juga yang tidak sepaham. Kalau Anda bagaimana?

Untuk sahabat yang mempunyai pengalaman serupa atau mungkin kisah berbeda, bisa tuliskan di kolom komentar. 
Sampai jumpa di kisah berikutnya ya ;)


Bahagia Bersama Keluarga